Today is Full Of Learning


Kamis pagi yang cerah. Aku terbangun pukul 3 pagi dan beranjak dari tempat tidurku. Banyak hal yang harus aku lakukan hari ini. Setidaknya, ada 2 agenda penting yang harus aku jalani hari ini.

Menghadiri lingkaran pekanan menjadi awal agenda di pagi ini. Subhanallah, pertemuan kali ini benar-benar memberikan makna yang mendalam. Hari ini tugasku menjadi MC, membawakan jalannya kegiatan hari ini agar berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal. Entah kenapa, hari ini aku senang bersenandung, bukan dengan menyanyi, namun merangkai kata.

Taujih singkat yang disampaikan oleh saudari tercintaku memberikan bekas di dalam hatiku. Today is beautiful day. Begitulah ia, mengawali taujihnya. Dan aku terlarut dalam untaian kata-kata motivasinya. Anganku melambung memikirkan setiap baris kata yang diucapkannya. Sebuah motivasi yang menghujam dan memberikan bekas di hatiku. Hingga akhirnya, aku menyimpulkan dari taujihnya, bahwa,... "Kehidupan kita hari ini tergantung dari apa yang kita pikirkan saat kita terbangun dari tidur".

Benar-benar taujih yang luar biasa. Syukron ukhtiku sayangg....

Agenda terus berlanjut. Hingga sampailah pada madah yang akan disampaikan sang Murobbi tercinta. Materi hari ini cukup berat: Kaidah Dakwah Ilallah. Namun, membahasnya, membuatku semakin yakin dan berazzam untuk bisa terus berada di sini, di jalan dakwah ini.

Sebuah pelajaran berharga ku dapatkan hari ini.

Waktu terus berlalu, hingga akhirnya waktu jua yang memisahkanku dari pertemuan yang indah ini. Melanjutkan agenda selanjutnya, yaitu berburu oleh-oleh untuk sang Raka tercinta di negeri Sanggam sana.

Menginjak pukul 1 siang. Aku dan teman-teman berjanji untuk menjenguk seorang ibu yang sedang sakit. Ini agendaku yang berikutnya. Perjalanan menjenguk ibu ini, memberikan pengalaman dan pelajaran yang luar biasa bagiku. Sungguh, ibu itu adalah contoh orang mempraktekkan sabar yang sebenarnya. Aku menangis mendengar ceritanya tentang bagaimana ia melawan penyakitnya. Ibu ini terkena kanker payudara. Namun, keyakinan dan kesabarannya, masya Allah.... aku bahkan sampai tergugu. Rasa-rasanya, jika aku yang berada dalam posisi ibu itu, aku mungkin takkan sanggup. Ibu itu sangat kurus. Bahkan, untuk sekedar BAB dan BAK pun, ibu itu sudah tak lagi melewati anus untuk pembuangannya, melainkan melalui usus yang dikeluarkan di bagian perutnya. Subhanallah.... ibu itu sabar sekali. Ia bercerita tentang bagaimana penyakitnya dan usahanya untuk sembuh. Aku tak melihat kesedihan di wajahnya. Justru, aku melihat wajahnya bersinar karna keimanan, kesabaran, dan keyakinannya akan takdir Allah.

Hari ini, aku belajar ilmu kesabaran yang sebenarnya.

Dua jam kami dirumah ibu itu dan selama dua jam itu pula ibu itu bercerita. Dan rasa-rasanya, sepeninggal aku dari rumah itu. Aku seperti habis menghadiri sebuah liqoat. Yah, liqoat yang menggetarkan jiwa, yang melatih kesabaran, yang mengajar arti keikhlasan. Subhanallah...

Dan... agenda terakhir... adalah makan bareng. Sembari menikmati Soto Banjar "Nyaman Banar", kami kembali bercengkerama. Kembali mengingat ibroh dari pertemuan dengan ibu tadi. Serta berbicara tentang agenda Rihlah yang akan dilaksanakan dua minggu lagi. Asiiiikkk.... jalan-jalan. :)

Kamis, 1 Mei 2014
Hari yang penuh pelajaran untukku...

0 Komentar