Ketika Rasa Kagum Itu Berubah


Entah bagaimana awalnya, rasa kagum itu mulai tumbuh di hatiku.

Awalnya hanya sekedar kagum biasa, lama-lama berkembang menjadi sebuah rasa yang tak mampu aku jabarkan.
Jujur. Aku bukanlah orang yang gampang jatuh cinta.
Tapi aku, orang yang mudah kagum dengan orang yang berciri-ciri :
1. Berkacamata
2. Bisa ngomong di depan orang (public speaker)
3. Sopan
4. Santun
5. Sholeh
6. Dinamis, dalam artian yang suka berorganisasi
7. Rapi

Dan, kebetulan, salah satu dari ciri-ciri itu ada di kamu.

Ya, kagum saja awalnya. Awal berinteraksi denganmu pun terasa biasa saja.
Namun, lama kelamaan aku menjadi suka jika harus berbicara denganmu. Dirimu yang selalu nyambung dengan maksud dan perkataanku. Selalu memberikan sisi yang berbeda dari suatu permasalahan. Aku ajak ngobrol soal A, kau bisa mengikuti, aku ajak berbicara soal B, dan kaupun mengerti. Bagiku, kau nampak sangat berpengetahuan luas. Tak banyak, orang yang ku ajak ngomong bisa sepertimu.

Lama-kelamaan, berinteraksi denganmu jadi hal yang aku suka. Walau sebenarnya, kita hanya berinteraksi lewat dunia maya. Lewat whatsapp, bbm, kTalk, dan aplikasi chatting lainnya. Aku merasa dekat denganmu. Walau secara fisik tidak. Bahkan terkadang, aku merasa kamu mengerti aku mengerti kamu.

Untuk berbicara langsung di dunia nyata? Hmmm.. aku tak mampu, aku terlalu gugup dan sibuk menata degup jantungku. Paling-paling, hal yang bisa aku lakukan ketika bertemu denganmu adalah ikut pembicaraan dimana kamu terlibat didalamnya. Menyebut namamu saja aku tak sanggup. Melihatmu secara dekat pun aku seolah merasa pertahananku bakalan runtuh, benar-benar tak sanggup. Sebegitunyakah aku?

Sekarang, rasa kagum itu telah berubah. Berubah menjadi sebuah rasa yang tak mampu aku jabarkan apa namanya. Orang-orang menyebutnya cinta. Apa benar? Ah, entahlah. Aku juga tidak tahu.  Yang aku tahu dan yang aku rasa, ketika aku tak mendengar kabarmu, aku merasakan rasa rindu yang teramat sangat. Berulang kali mengecek keberadaanmu di sosial media. Bahkan mendengarkan lagu-lagu favoritmu, hingga sampai merasa kau mirip dengan tokoh drama korea yang selalu ku tonton. Wow, benar-benar luar biasa efeknya. Aku sampai merasa diriku bukanlah aku.

Sampai sekarang perasaan itu masih sama. Walau sudah berubah bentuknya. Sekarang aku mulai mampu menguasai hatiku. Ya, seperti Naruto yang telah berhasil menguasai chakra kyubinya. Aku memilih untuk tetap diam saja. Berusaha untuk menahan gejolak chakra jahat kyubi yang ingin keluar dari dalam tubuh Naruto. Kira-kira seperti itulah aku saat ini. Tak ingin aku sampaikan pada dunia bahwa aku merindukanmu. Tapi pun, entah bagaimana kau selalu tahu bahwa aku merindukanmu. Ah, ini memang hubungan batin yang aneh. Atau, aku saja yang ke-GR-an?

Dan kamu, Tuan yang disana, yang telah berhasil mencuri hati ini, bagaimana denganmu? Apa kamu punya perasaan yang sama?


Dari seorang gadis bodoh
Yang baru mengerti jatuh cinta

0 Komentar