Gara-gara "Ramyun" (?)

Entah berawal dari mana, tapi mungkin bisa dikatakan awalnya ya dari si "Ramyun" ini...



Gegara pengen coba ni Ramyun, akhirnya gue harus merasakan mirisnya berada di bawah garis kemiskinan,. *hiks


Cerita bermula di akhir pekan akhir bulan Agustus lalu, salah seorang sahabat yang cukup gila K-Pop mendapat berita bahwasanya terdapat "Korean Food Street" di Samarinda...
Gue pikir "W.O.W" banget tuh, ada di Samarinda,. dalam pikiran gue yang muncul itu bentuknya semacam pasar malam gitu, eh, ga taunya ternyata warung pinggiran.. ckckck
Akhirnya dengan berbekal semangat 45 pengen mencoba makanan ala-ala Korea gitu,. berangkatlah kami di Minggu sore yang cerah itu...
sampai disana, sambil menunggu sahabat yang lainnya datang, mesanlah gue sama sahabat gue yang punya info itu... pesan bakso udang, ddeukbokki, sosis panjang, dan terakhir..... ramyun.


Yeah, itu dia. Si Ramyun ini ujung permasalahannya.
Awalnya udah ditanya, mau pesen berapa Ramyunnya, gue bilang sajalah, pesan 2, secara, kami ada berenam, jadi 1 mangkok ramyun bagi tiga gitu deh,. Tapi si sahabat yang punya info ini mengatakan : "yakin Len? 2? 1 az kali... itu kan udah banyak..."
"iya, yakin. Kan kita orangnya banyak"
maksudku itu, kita makannya rame-rame merasai si ramyun, trus bayarnya patungan.....


dan ternyata, untuk membuat ramyun itu cukup lama, hingga waktu untuk sholat Maghrib itu pun tiba... jadi kami sholat dulu lah.... sementara 2 sahabat yang lain menunggu pesanan yang belum tiba..


setelah sholat...

eng ing eng...

pesanan pun tiba....
gue yang emang udah laper, bergegaslah mengambil 1 mangkok ramyun dan berbagi dengan adik gue sambil memanggil sahabat yang lain untuk segera menyantap si ramyun....

namun apa yang terjadi??

mereka sama sekali tidak beranjak dari tempat duduk mereka... *hiks

apa-apaan ini?? kok mereka ga mau nyoba makan ni ramyun sih? kan enak gini?

gue panggil lagi lah mereka.... eh, tetep ternyata ga ada yang mau nyentuh tuh ramyun... hiks
entah apa yang ada di pikiran mereka, apa harganya yang kemahalan? (*tapi kan bayarnya barengan?), atau ga suka dengan tampilannya?? (*padahal kan enak gitu).... terus SIAPA JUGA YANG SEMANGAT BANGET DARI RUMAH BILANG MAU NYOBAIN SEMUA, hah???! (*maaf, sedikit esmosi)

yah, akhirnya,, daripada buang banyak waktu melihat mereka yang sama sekali ga tertarik, terpaksa deh, gue dan adik gue yang ngehabisin 2 MANGKOK RAMYUN BESAR itu.....

yeah, ada sisi positifnya sih, perut jadi kenyang luar biasaaa...
dan negatifnya,...

.....sekarang gue harus merasakan hidup dibawah garis kemiskinan karena musti ngebayar 2 MANGKOK RAMYUN BESAR itu sendiri.... *menangis di pojokan


PS. Sekarang pun gue masih berada di bawah garis kemiskinan sejak insiden hari itu, entah sampai kapan atau apa yang bisa membuat gue bisa naik di atas garis kemiskinan.


2 Komentar

Give me your comment, please...