Selamat ulang tahun, Bapak.....


Ah, andai tadi kau tak bercerita bahwa SIMmu mati hari ini, mungkin aku lupa bahwa hari ini ulang tahunmu...
Yah, ulang tahunmu yang ke-52 tahun, menandakan bahwa dirimu sudah semakin menua.
Aku menahan tangisku saat mengatakan padamu, "Wah, Bapak sudah makin tuaa.."
Hanya ucapan selamat, dan ku kecup kedua pipimu sebagai ucapan dan tanda bahwa betapa diriku sangat menyayangimu...

Hmm...
Bapak...
Sosoknya yang sederhana...
yang bisa ku bilang sangat perfectionis soal kebersihan, kepercayaan dan soal kejujuran.

Bisa dibilang, betapa seringnya kau menegurku, karna seringnya diriku yang tak mengindahkan pesanmu untuk terus menjaga kebersihan sang kuda besiku.... betapa seringnya kau meneleponku saat aku belum pulang dibatas maghrib...

ah, Bapaaakkk....
Betapa besar kasih dan sayangmu,...
aku merasakannya...
dibalik diammu.... namun kau selalu perhatikan ceritaku....
kau tak pernah memaksakan kehendakmu padaku,... namun kau selalu memberikan nasihat-nasihat yang membuatku makin dewasa menapaki kehidupan ini....

kau selalu memberikan pandangan tentang hidup, hingga membuatku berpikir untuk menghadapinya...
kau tak pernah terang-terangan membantuku, namun ku tahu, bahwa kau selalu ada dan siap mendukungku.

Bapak, terima kasih...
dan, selamat ulang tahuuunnnn....
maaf, anakmu ini belum mampu membahagiakanmu...


Selasa, 8 April 2014
Jam 07.45 Wita

0 Komentar